Kanibalisme, praktik aneh 900.000 tahun lalu

info unik

Jejak kanibalisme telah ditemukan selama 900.000 tahun. Para peneliti menemukan bahwa nenek moyang kita, leluhur homo, saling berburu dan makan. Tapi apa yang membuat mereka melakukan itu? Homo antecessor adalah spesies hominimus yang diperkirakan hidup antara 1,2 dan 800 ribu tahun yang lalu. Para peneliti menemukan fosil manusia purba ini di sebuah situs arkeologi di Gran Dolina di Spanyol. Setelah melakukan penyelidikan pada tujuh individu, para peneliti juga menemukan bukti kanibalisme yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Ini sekaligus ujian kanibalisme tertua yang pernah diketahui.

“Kanibalisme adalah praktik manusia yang sudah berlangsung lama, tetapi penyebab dan makna mengapa mereka mengkonsumsi manusia lain masih dalam perdebatan,” Jesús Rodríguez, peneliti di Pusat Nasional untuk Penelitian Evolusi Manusia (CENIEH), mengatakan dalam sebuah pernyataan. , di Spanyol.Penelitian, yang diterbitkan kemudian dalam Journal of Human Evolution, menjelaskan bahwa homo antecessor dikonsumsi bersama karena daging manusia dianggap lebih menguntungkan dari sudut pandang. nutrisi Untuk informasi lebih lanjut, para peneliti menggunakan model komputer untuk menghitung jumlah kalori yang dibutuhkan pendahulunya per hari. Selanjutnya, para peneliti memperkirakan kinerja kalori dari beberapa hewan dan energi yang dibutuhkan untuk menangkap permainan. Peneliti juga percaya bahwa H. antecessor akan memilih mangsa dengan kalori paling banyak dan upaya paling sedikit. “Analisis kami menunjukkan bahwa Homo antecessor memilih mangsanya sesuai dengan prinsip mengoptimalkan keseimbangan antara biaya rendah yang terjadi dan manfaatnya,” Rodríguez menjelaskan lagi, dikutip oleh Live Science, Rabu (5/8/2019). Ini berarti bahwa, dibandingkan dengan bendungan lain, manusia termasuk dalam kategori berbiaya rendah. Sementara masalah kecukupan kalori, konsumsi manusia hanya menyumbang kurang dari 13 persen dari kebutuhan kalori pemburu.

Ini tentu lebih rendah dibandingkan dengan mangsa badak, rotos dan kuda lainnya. Tetapi untuk mendapatkan hewan-hewan ini, dibutuhkan lebih banyak energi. Analisis lain yang muncul adalah bahwa tingkat pertemuan manusia di antara mereka pada waktu itu ternyata lebih tinggi dari yang diharapkan. Akibatnya, manusia menjadi mangsa yang lebih mudah ditemukan daripada hewan lain. Selain itu, temuan para peneliti CENIEH juga memberikan pengetahuan baru. Karena dalam penelitian sebelumnya yang diterbitkan dalam Scientific Reports, ditegaskan bahwa kanibalisme prasejarah lebih diarahkan pada alasan sosial dan budaya. Sebab, nilai kalori daging manusia tidak sebanyak mangsa potensial lainnya saat itu. “Kami masih dapat menghasilkan interpretasi baru tentang perilaku kompleks leluhur hominid kita, salah satunya adalah motivasi untuk perilaku kanibal pada manusia primitif,” tambah James Cole, seorang arkeolog yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *